Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jateng pada tanggal 13 Juli 2019 menggelar Seminar dengan tajuk “Audit Kinerja Sektor Publik” di Hotel Patra Jasa, Semarang. Hadir sebagai pembicara kunci adalah Wakil Menteri Keuangan RI yaitu Prof. Mardiasmo, MBA., Ak., CA yang memaparkan bahwa “ Audit kinerja sektor public is good in theory but bad in practice.” Beliau menyatakan bahwa tantangan akuntabilitas publik adalah kondisi geografi, jumlah entitas sektor publik, demografi aparatur pemeriksaan sektor public berpengaruh terhadap kualitas audit.  Adanya ketimpangan kompetensi aparatur public mendorong peran perguruan tinggi dalam memberikan kajian berkualitas untuk peningkatan kualitas audit kinerja sektor public.

Seminar Audit Kinerja Sektor Publik bersama Wamenkeu RI

Prof. Mardiasmo dalam kesempatan tersebut melantik pengurus IAI Jateng dengan Ketua Hendri Santosa, SE, M.Si, Ak, CA dengan jajaran pengurus yang berasal dari praktisi pemerintahan dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi baik negeri dan swasta di Jawa Tengah. Bapak Wamenkeu juga berpesan bahwa akuntan, khususnya di Jawa Tengah yang dilantik sebagai pengurus Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Tengah menjaga  profesioalisme dan integritas dalam semangat 4G (Guyub, Gayeng, Gugah dan Gaul).

Dalam seminar tersebut, hadir narasumber dari praktisi dan akademisi yaitu Hendri Santosa, SE, M,Si, Ak, CA (Kepala Inspektorat Provinsi Jawa Tengah dan Ketua IAI Jawa Tengah). Hery Subowo, SE, MPM, Ak, CA, CIA, CFE (Kepala Badiklat BPK RI), Salamat Simanullang, Ak, MBA, CA (BPKP Jawa Tengah) dan Prof. Dr. Intiyas Utami, SE., M.Si, Ak, CA, CMA, QIA (Guru Besar FEB UKSW). Audit kinerja merupakan audit yang bertujuan untuk menilai 3 E (efisiensi, efektivitas dan ekonomis) suatu organisasi sektor publik. Dari aspek praktisi, disajikan berbagai praktik audit kinerja sektor publik yang mengalami suatu dinamika. Tantangan dalam mengimplementasikan audit berbasis risiko perlu diperhatikan bagi para auditor pemerintah, karena terkadang risiko tidak dikelola dengan baik oleh entitas publik.

Intiyas menyajikan audit kinerja sektor publick dari tinjauan teori dan riset, yang bisa diteliti dari pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Banyak isu di bidang sektor public yang menarik diteliti, antara lain dalam skopa pengelolaan dana desa, Bumdesa, Audit berbasis risiko, pengungkapan aib kecurangan (fraud) maupun value for money (efisiensi, efektivitas dan ekonomis). Ketua IAI Jawa Tengah, Hendri Santosa memberikan arahan bahwa perguruan tinggi di Jawa Tengah akan berkolaborasi dengan pemerintah, dan para auditor pemeintah untuk memajukan akuntabilitas sektor publik.

Dalam diskusi, perwakilan dosen berharap aparatur pemeriksa pemerintah khususnya yang melakukan audit pada sektor penelitian, dapat menggunakan pendekatan audit berbasis output dan bukan berbasis pada proses. Dengan demikian kinerja riset menjadi lebih terukur dan lebih optimal mencapai target yang dirancang.

Oleh : Intiyas Utami