Setiap tahun, pemerintah desa menerima Dana Desa dan Alokasi Dana Desa dalam jumlah yang cukup besar, yaitu lebih dari Rp 1 Milyar. Sayangnya, pengelolaan dana desa tersebut masih mengalami berbagai kendala. Kualitas SDM yang belum optimal serta banyaknya peraturan yang perlu diaati, menjadi salah satu penyebab pengelolaan dana desa masih perlu ditingkatkan. Penting untuk mengembangkan akuntansi dana desa yang dapat memudahkan pengelolaan dan akuntabilitas dan desa. Dukungan dari berbagai pihak memegang peranan penting dalam menyukseskan pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel. Jurusan akuntansi FE UNNES bekerjasama dengan IAI Jateng menyelenggarakan acara Webinar Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa melalui zoom meeting pada Hari Jumat, 09 Oktober 2020. Acara yang mengusung tema “UNNES Mengabdi, Akuntan Jateng Berbagi” tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi UNNES, Bapak Drs. Heri Yanto, MBA, Ph.D, dan dihadiri oleh Ketua Umum Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hendri Santosa, SE., M.Si., Ak., CA., CFrA. yang juga turut menyampaikan materi kunci dalam webinar.
Webinar yang dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang terdiri dari pengelola dana desa, pendamping desa, praktisi dan pemerhati dana desa, akademisi, dan mahasiwa tersebut membahas berbagai materi terkait dengan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Bapak Edy Purwanto, S.IP, MM, selaku Kabid Pemerintahan dan Administrasi Desa Dispermades P2KB Kab. Demak yang diwakili oleh Bapak Yogi Setyawan Widi Nugroho, S.STP, MM, menyampaikan materi yang pertama mengenai Pengelolaan Dana Desa. Materi kedua mengenai perpajakan Dana Desa disampaikan oleh Ibu Badingatus Solikhah, M.Si., CA., CPA., CMA., ASEAN CPA, yang merupakan Dosen akuntansi UNNES. Mewakili Pengurus IAI Wilayah Jawa Tengah, Ibu Yeni Kuntari, SE., Ak., M.Si., CA menyampaikan materi ketiga yang membahas mengenai akuntabilitas dana desa. Kemudian hadir pula Bapak Ali Mahfudhi, S.PdI, selaku pengelola dana Desa Sumberejo untuk menyampaikan materi mengenai lika-liku pengelolaan dana desa.
Dekan Fakultas Ekonomi, Ketua IAI Jawa Tengah, dan Ketua Jurusan akuntansi UNNES akan menindaklanjuti kerjasama ini dengan menandatangani MoU kerjasama untuk berpartisipasi bersama-sama dalam pendampingan pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel. Untuk mencapai tujuan tersebut, sinergitas dan kolaborasi semua pihak baik birokrat, akademisi, pengawas dan pelaku/ pengelola dana desa penting untuk ditingkatkan. Komitmen untuk membangun desa dengan ikhlas adalah kunci majunya pembangunan desa. Melalui pengelolaan dana desa yang baik, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, menghidupkan perekonomian, serta mengurangi tingkat kemiskinan.